29 Desember 2014

Jenis-Jenis Komputer

0
Komputer dibedakan dalam 3 kategori yaitu komputer analog, digital dan hybrid. Masing-masing punya karakteristik serta cara kerja yang sedikit berbeda. Baca penjelasanya berikut.


contoh komputer analog

contoh komputer analog

Komputer Analog adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan alat penghitung yang bekerja pada level analog. Level analog di sini adalah lawan (dual) dari level digital, yang mana level digital adalah level tegangan 'high' (tinggi) dan 'low' (rendah), yang digunakan dalam implementasi bilangan biner. Secara mendasar, komponen elektronik yang digunakan sebagai inti dari komputer analog adalah op-amp (operational amplifier).

Komputer Digital




Komputer Digital Adalah mesin komputer yang diciptakan untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif dalam bentuk angka, huruf, tanda baca dan lain-lain. Yang pemrosesnya dilaksanakan berdasarkan teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi bilangan 0 dan 1.

Merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (disebut juga dengan biner)untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Sinyal tersebut disebut sebuah bit. Sinyal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu: 1. Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi. 2. Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak memengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri, 3. Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk, 4. Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif. Komputer mengolah data yang ada adalah secara digital, melalui sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang yang mampu membuat komputer melakukan banyak hal, baik dalam mengenalkan huruf, gambar, suara, bahkan film-film menarik yang anda tonton dalam format digital.

Komputer Hybrid



Komputer Hybrid adalah jenis Komputer yang diperuntukkan untuk pengolahan data yang sifatnya baik kuantitatif maupun kualitatif, atau dengan istilah lain menggabungkan kemampuan digital dengan analog. Dengan perkataan lain data kuantitatif yang diolah menghasilkan data kualitatifnya dan sebaliknya.

Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Semoga Bermanfaat

Read More

Sejarah Microprosessor

0
sejarah microprosessor
Processor merupakan otak dan pusat pengendali computer yang didukung oleh kompunen lainnya. Processor adalah Sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer. Processor digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas.


Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai gigahertz. Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang banyak beredar dipasaran adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel.

Bagian dari Prosesor Bagian terpenting dari prosesor terbagi 3 yaitu :
* Aritcmatics Logical Unit (ALU)
* Control Unit (CU)
* Memory Unit (MU)

Sejarah Perkembangan Mikroprocessor

1971: 4004 Microprocessor
Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.

1972: 8008 Microprocessor
Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004.

1974: 8080 Microprocessor
Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan

1978: 8086-8088 Microprocessor
Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.

1982: 286 Microprocessor
Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.

1985: Intel386™ Microprocessor
Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004

1989: Intel486™ DX CPU Microprocessor
Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.

1993: Intel® Pentium® Processor
Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.

1995: Intel® Pentium® Pro Processor
Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.

1997: Intel® Pentium® II Processor
Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.

1998: Intel® Pentium II Xeon® Processor
Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.

1999: Intel® Celeron® Processor
Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.

1999: Intel® Pentium® III Processor
Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.

1999: Intel® Pentium® III Xeon® Processor
Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.

2000: Intel® Pentium® 4 Processor
Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.

2001: Intel® Xeon® Processor
Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.

2001: Intel® Itanium® Processor
Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).

2002: Intel® Itanium® 2 Processor
Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium

2003: Intel® Pentium® M Processor
Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.

2004: Intel Pentium M 735/745/755 processors
Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.

2004: Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.

2005: Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.

2005: Intel Pentium D 820/830/840
Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.

2006: Intel Core 2 Quad Q6600
Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )

2006: Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP)

Semoga Bermanfaat

Sumber: www.zaenalhakim.web
Read More

Jenis Harddisk

0
jenis hardisk sata dan ata




Hard disk merupakan salah satu media penyimpan data pada komputer yang terdiri dari kumpulan piringan magnetis yang keras dan berputar, serta komponen-komponen elektronik lainnya. Hard disk menggunakan piringan datar yang disebut dengan platter, yang pada kedua sisinya dilapisi dengan suatu material yang dirancang agar bisa menyimpan informasi secara magnetis. Platter-platter tersebut disusun dengan melubangi tengahnya dan disusun pada suatu spindle. Platter berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi yang dikendalikan oleh spindle motor yang terhubung pada spindle. Alat elektromagnetik baca tulis khusus yang bernama head terpasang pada slider dan digunakan untuk menyimpan informasi ke dalam piringan atau membacanya. Slider terpasang di atas arm, yang kesemuanya terhubung secara mekanis pada suatu kumpulan tunggal dan tersambung pada permukaan piringan melalui suatu alat yang disebut dengan actuator. Selain itu ada juga logic board mengatur aktifitas komponen-komponen lain dan berkomunikasi dengan PC.

Jenis-jenis Hardisk:


HardDisk ATA / EIDE, hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced IntegratedDrive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology Attachment)adalah standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuaiuntuk koneksi ke bus, Banyak produsen disk memiliki rentang diskdengan antar muka EIDE / ATA, disk semacam itu dapatdihubungkan langsung ke bus PCI, yang digunakan pada banyakPC (personal computer). Keuntungan drive EIDE / ATA yangsignifikan adalah harganya yang cukup murah, karenapenggunaannya di pasaran PC. Salah satu kekurangan utamanyaadalah diperlukan kontroler terpisah untuk tiap drive jika dua drivedigunakan bersamaan untuk meningkatkan performa. Salah satuprodusen chip yang terkenal sudah menyertakan kontroler yangmemungkinkan disk EIDE / ATA dihubungkan langsung kemotherboard.

HardDisk SCSI, banyak disk memiliki antar muka yang didesain untuk koneksi ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada bus PCI. Akses yang bersamaan dapat dilakukan ke banyak disk drive karena antar muka drive secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada saat drive tersebut siap untuk transfer data. Hal ini terutama berguna dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah besar request untuk file kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang digunakan sebagai file server.

HardDisk RAID, menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem komputer dengan ukuran rata – rata.

HardDisk SATA, hard disk dengan tipe SATA (Serial Advanced Technology Attachment), yaitu interface disk ATA (Advanced Technology Attachment) dengan versi Serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurani latensi. Sehingga bus serial ini mampu melebihi kecepatan bus paralel.

HardDisk SATA dalam mentransfer data secara berurutan atau serial lewat kabelnya dan juga secara teknik SATA menyusun sendiri disk yang tersambung ke dalam motherboard tanpa adanya sistem master ataupun slave, sehingga kabel SATA hanya dapat digunakan pada satu hard disk. Tipe hard disk yang telah dibahas ini, semuanya masuk dalam kategori internal hard disk, maksudnya yang diinstall di dalam CPU. Selain internal hard disk ada juga eksternal harddisk (hard disk yang berada diluar CPU), jadi bisa dipindah – pindahkan. Eksternal hard disk mempunyai kecepatan rotasi 7200 rpm, pemasangannya sangat mudah, tidak perlu membongkar PC dan hanya dengan menghubungkan port USB ke PC, dan dapat mentransfer data 480 Mbps.

Semoga bermanfat

Sumber:http://www.zainalhakim.web.id/

Read More

28 Desember 2014

Biodata Ir.Soekarno

0


  Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.. 

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926. 

Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi".


Sumber Biodataku.com
Read More

Biografi Ir.Joko Widodo

0
Ir. H. Joko Widodo yang lahir di Surakarta, 21 Juni 1961 lebih dikenal dengan nama julukan Jokowi adalah pengusaha mebel dan Beliau merupakan Walikota Surakarta (Solo) selama dua kali masa bakti 2005-2015. Dalam masa jabatannya, ia diwakili F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota. Ketika itu, dia dicalonkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Tahun 2012 ini, Beliau bersama dengan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (Ahok) menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dan selanjutnya menjadi Presiden Indonesia bersama wakilnya Jusuf Kalla.


Biodata Jokowi - Joko Widodo : 

Nama Populer : Jokowi
Nama Lengkap : Ir. Joko Widodo
Lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Partai politik : PDI Perjuangan 
Istri : Ny. Hj. Iriana Joko Widodo 
Anak: Gibran Rakabumi Raka, Kahiyang Ayu, Kaesang Pangerap
Agama : Islam - Hobby : Penikmat musik rock
Riwayat Pendidikan : 
- SDN 111 Tirtoyoso Solo, SMPN 1 Solo, SMAN 6 Solo 
- Almamater : Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985
Pekerjaan : Pengusaha, Eksportir Mebel, Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan Presiden Indonesia ke-7

Jokowi kecil sempat merasakan pahitnya kehidupan saat rumahnya tergusur. Rumah petak sekaligus tempat usaha kayu ayahnya di daerah Cinderejo Lor, digusur dan dijadikan pusat jasa travel. Sang bunda menuturkan bahwa Jokowi kecil adalah sosok pendiam, namun pandai bergaul. Banyak yang mengenal Jokowi sebagai orang yang selalu mengalah, untuk menghindari pertengkaran. Sikap tersebut diwarisi Jokowi dari kedua orangtuanya yang selalu mengajarkan makna ikhlas dan bertanggung jawab.

Jokowi selalu berjalan kaki menuju sekolahnya, disaat yang lain memamerkan sepeda ontel terbaru. Menurut Jokowi kala itu, sekolah tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga berjalan kaki pun tidak menjadi masalah. Bakti kepada orangtua ditunjukkan Jokowi tak hanya lewat sikap, namun juga sejumlah prestasi. Saat menjadi Walikota Solo hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta, orang-orang yang mengenalnya tidak pernah menyangka perjalanan hidup Joko kecil. Sosok jokowi sangat dicintai rakyatnya. Anak tukang kayu itu pun, kini menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Setelah Beliau lulus dari SMA kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada lulus tahun 1985, dirinya merantau ke Aceh dan bekerja di salah satu BUMN. Ia kembali ke Solo dan bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan, CV. Roda Jati. Pada tahun 1998 dirinya memulai berbisnis sendiri bermodal dari pengalaman yang pernah ia miliki. Dengan kerja keras, ketekunan dan keuletan, akhirnya Jokowi berhasil mengembangkan bisnisnya dan menjadi seorang eksportir mebel.

Pada tahun 2005 Jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Solo dengan partai politik PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini bahkan hingga saat Beliau pun terpilih menjadi Walikota Solo. Selama kepemimpinannya, Solo banyak mengalami kemajuan karena banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya. 

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran. Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008" *) Dari Berbagai Sumber
Read More

25 Desember 2014

Raja Gombal Taubat

0
Edisi raja gombal pas kuliahan…
Pagi-pagi di koridor kampus, Bondan termangu sendirian sambil bertopang dagu. Kali ini Rezky sahabat semasa SMA sudah tak satu kampus lagi dengan Bondan. Juga si Jasmine sudah putus dengannya. Tiba-tiba teman barunya dikampus bernama Eki mengagetkan Bondan yang sedang melamun sendirian.
“Woyyy!! Kenape sih elu?” tanya Eki
Bondan hanya diam dan tanpa gestur yang mengisyaratkan apa yang terjadi pada dirinya. Disusul kehadiran Asep dan Jennie.
“Punten… akang-akang. Kunaon bermuram durja ieu teh?” tegur Asep
“Kenapa nih si Bondan, Ki?” tanya Jennie
“Aaauukk! diem mulu dari tadi. Sebel gue!” jawab Eki
“Kenapa ndan? masih kepikiran sama si Jasmine?”
Bondan menggeleng.
“Terus? Kenape lo? cerita dong!!!” sahut Eki
“Punten atuh, teu seperti biasana si Akang Bondan teh cicing wae. Biasana buuuaaanyyakk ngomongna..”
Bondan yang masih terdiam dan berlalu meninggalkan Eki, Jennie, dan Asep yang terlihat mengkhawatirkannya. Memang tak seperti biasanya Bondan diam dan murung. Jurus gombalannya sudah jarang terlontar dari mulutnya. Sikap cengengesan juga sudah luput darinya. Sosok Bondan yang dulu sudah tak dikenali lagi oleh Jennie yang menjadi temannya semasa SMA.

Seminggu berlalu, sikap Bondan juga tak kunjung kembali seperti semula. Eki, Jennie dan Asep menjadi semakin resah.
“Neng, dulu teh si Bondan punya sahabat atau saha gitu yang biasanya kemana-mana selalu bersama. Ibarat sudah teu bisa dipisahkan?” tanya Asep menyelidiki
“Ada sep! Banyak malah. tapi cuma satu anak yang deket sama si Bondan. Rezky namanya.”
“Nah itu? sekarang dimana?” sahut Eki
“Kuliah di Singapore. emang kenapa sih?”
“Yaah, mungkin itu salah satu alasanna si Bondan muram begitu.” Ucap Asep menebak-nebak
“Bener tuh kata si Asep. Kali aja tuh si Bondan kangen sama sohibnyee..”
Jennie hanya manggut-manggut menyetujui ucapan Eki dan Asep.

Esoknya, Jennie coba menanyakan tentang analisa Eki dan Asep kemarin. Pagi-pagi sekali Bondan sudah berada di kantin kampus. Dengan bahasa tubuh yang sama selama seminggu ini. Bertopang dagu dan melamun.
“Ndan, udah disini aja lo..” tegur Jennie
Bondan hanya terdiam dan merespon dengan sekali tengokan.”
“Lo selama seminggu ini kenapa sih? Kangen sama si Jasmine atau sama Si Rezky?”
Bondan masih terdiam dan tak merespon apa yang ditanyakan Jennie. Sampai pada akhirnya Jennie pun kesal dan emosi.
“Terserah lo deh! mau jungkir balik kek, apaan kek! Gue gak peduli. Capek gue!” cetus Jennie tiba-tiba
Dan Bondan kaget dengan perkataan Jennie yang terbawa emosi. Bondan pun menarik lengan Jennie kearah tempat duduk semula.
“Makanya lo cerita deh…” ucap Jennie mulai melunak
Bondan tertunduk dan berbicara tanpa melihat Jennie.
“Gue ada masalah, Jen. Tapi lo jangan ceritain ke anak-anak ye? Entah Eki atau Asep. Gue mohon jaga rahasia.” Ucap Bondan yang masih tertunduk
“Serius banget ya kayanya? Gue janji deh, bakal jaga rahasia.”
Bondan pun menatap Jennie dengan serius.
“Gigi gue ompong, Jen. Gue bingung dapet duit darimana buat nambal dua gigi depan gue yang ompong.” Ucapnya sambil meratap
Hening…

Jennie terdiam dan melihat Bondan tak berkedip.
“Kenapa jadi lo yang diem?” tanya Bondan
“Jadi lo selama seminggu lebih ini diem alesannya gigi lo ompong??”
Bondan.. mengangguk pelan, dan Jennie pun terbahak.
“Sssstt… jangan keras-keras ngakaknya!”
Jennie masih tertawa dan perlahan mulai melemah suara tawanya.
“Gak nyangka betah juga ya lo diem semingguan cuma gara-gara nutupin gigi ompong. payah lo!!”
“Gak lucu kalii, masa cowok keren dan unyu macem gue begini pas ngegombal giginya ketauan ompong. Gengsi gue!”

Sumber : Cerpen Maynovika Eko Ruwanta
Read More

Tertatih Memapah Adat

0
Ketika adat membelenggumu dan tak kau rasakan keganasan ilmu, apalah arti pikukuh mengekang, mengkandang bila jiwa memburu asa yang tertinggal di pelupuk durja, jauh dari jamahan kota. Mereka ayat-ayat pengelana, memapah adat dari kelemahan logika. Mereka para penari muda, menggertak senja yang mencoba membelenggu cahaya hingga takkan padam ditelan kemelam semesta. Walau dengan tertatih, meski merangkak, karena jiwanya telah terjaga dari kerisauannya.

“Bangun, jang.. bangun udah pagi!” suara seseorang membangunkanku, menggoyang-goyangkan tubuhku yang masih kaku. Aku menggeliat, mengucek mata yang terasa ingin mengatup lagi. Aku melirik langit yang masih belum menggeser mentari dari persembunyiannya. Gelap. Aku mengerjapkan mata dan segera duduk bersila. Teteh yang tadi membangunkanku meneruskan kesibukannya menganyam tas koja. Tas koja buatan si Teteh selalu rapi dan kelihatan bagus, kulit kayu yang kemarin kupotong dari hutan lumayan halus.
“Tah maneh .. cepat mandi geus eta bantuan si bapa ka ladang!” Ema yang juga sedang menganyam tas koja menatapku yang masih setengah linglung.
“Muhun..” aku berdiri dan berjalan keluar rumah panggung kayuku. Rumah ini berpondasi dari batu dengan tiang utama dari kayu.
Sudah adat di sini, kami tak boleh merubah apapun dari alam ini untuk menjaga keseimbangannya. Sebisa mungkin, kami melestarikan semua yang ada di sekeliling kami sebagai bagian dari adat istiadat kami. Dinding rumah panggung ini saja terbuat dari bilik bambu, atap dari ijuk dan daun pohon kelapa.
“Aris!” aku memperbaiki posisi ikat kepala putihku saat Izal memanggilku. Aku menoleh. “Hayu, mandi bareng ka sungai!” Izal menyejajari langkahku.
“Ada orang luar lagi hayang kadieu .. maraneh teh pada kenapa, ya? suka banget kadieu?” Izal membenarkan baju adat putihnya sambil menatapku.
“Tentu karena arurang dieu mah menutup diri dari maraneh teh, maraneh jadi ingin tahu tentang arurang, merasakan kehidupan yang arurang jalani..” Izal berlagak sok berpengetahuan dengan memegang dagunya.
“Maraneh selalu menggunakan barang-barang yang bakal merusak alam, kunaon maraneh tak sadar bahwa alam selalu memberi maraneh kehidupan, tapi maraneh malah menghancurkan pemberi kehidupan!” ujarku kesal. Kami berjalan menyusuri jalan setapak di hutan, di sekeliling kami tumbuh pohon-pohon aren dan pohon albasiah yang berdiri mematung seakan memayungi kami dari dunia luar.
“Nyarios naon ai anjeun? Ngomong apa gitu kamu mah?” Izal akhirnya bertanya pada orang-orang asing baru yang datang ke desa kami itu. Mereka dari tadi bicara dengan bahasa yang tidak kami mengerti. Yang kutahu, mereka berbicara dengan bahasa daerah lain.
“Eh, maaf.. kami ngomong bahasa Jawa..” mereka berbicara sambil memakai pakaian adat putih kami, lengkap dengan ikat kepala putih yang menjadi simbol penting kami. “Nama kalian siapa?” salah satu di antara mereka mengulurkan tangan padaku. “Saya Ramdhan dari Malang.. tau kota Malang, kan?” aku menjabat uluran tangan laki-laki sebayaku yang bernama Ramdhan ini.
“Saya teh Aris .. Malang teh palih mana kitu? Dimana?” aku melepaskan uluran tangan Ramdhan dan ganti menjabat tangan teman Ramdhan yang juga sebaya dengan kami.
“Eka ..” orang bernama Eka itu tersenyum. Bergantian menjabat tanganku dan Izal. Kami ditugaskan utnuk menjadi pemandu orang-orang asing yang datang kali ini.
“Malang itu di Jawa Timur.. itu yang ibu kotanya namanya Surabaya!” aku menangkap nama yang ia sebutkan barusan. Aku tau Surabaya, tentu saja tapi, hanya sebatas Surabaya sebagai ibukota Jawa Timur. Aku menggeleng pelan sambil tersenyum malu pada Eka dan Ramdhan. “Jadi kalian teh kesini karena mau tahu bagaimana arurang hidup?” tanyaku basa basi sembari berjalan mengantar mereka dari gerbang depan desa Baduy Dalam yang menjadi batas antara Baduy Dalam dengan Baduy Luar. Kami menyebut diri kami sendiri Urang Kanekes Dalam dan Urang Kanekes Luar.
“Iya, kami ngambil jurusan Antropologi di perkuliahan jadi, kami ingin tahu lebih dalam dengan budaya kalian, kenapa tadi kami dilarang membawa kamera?” Eka menyahut dari belakang. Ia berjalan bersama Izal.
“Arurang ini teh buyut difoto mah.. pikukuh palih dieu teh ketat kitu.. Pu’un tidak memperbolehkan orang asing bawa kamera! Buyut teh tabu kitu, pikukuh teh peraturan dalam bahasa Sunda mah..” Aku menjelaskan dengan sesekali melihat ke arah Eka dan Ramdhan bergantian. Eka dan Ramdhan hanya menggut-manggut serentak.
“Pu’un teh naon kitu?” Ramdhan menjulurkan lidah malu saat mencoba menggunakan bahasa Sunda.
“Pu’un teh kepala adat urang Kanekes Dalam.. cara pengangkatan Pu’un teh memakai sistem keturunan, tapi tak ada batasan siapa yang akan jadi Pu’un.. asal dia masih mampu jadi Pu’un, dia akan terus jadi Pu’un.. kalau tidak mampu, ya diganti..” Izal menjelaskan dengan logat sunda yang kental. Goloknya yang terlentak di pinggang sebelah kiri bergoyang-goyang ketika ia menjelaskan.
“Kenapa kami tak boleh pakai baju kami? Sabun? Kenapa kami tak boleh bawa?” Ramdhan mulai antusias dengan penjelasan kami.
“Baju maraneh teh terbuat dari bahan yang tidak baik untuk alam, jadi maraneh teh musti pakai pakaian adat arurang, kitu pikukuh yang ditetapkan oleh Pu’un mah, teu kenging ngalawan adat.. sabun juga sama, mereka merusak alam, sedangkan arurang hidup berdampingan dengan alam, tak boleh arurang rusak alam yang telah memberi arurang kehidupan.. ngarti?” aku berusaha sebaik mungkin menyembunyikan kekesalanku ketika berbicara mengenai alam yang saat ini telah mengalami kerusakan di sana-sini.
“Aku ngerti.. tapi, kami juga tak berniat merusak alam.. hanya saja sebagian dari kami ada yang tak paham dengan itu, lalu mengeksploitasi alam sembarangan hingga bencana terjadi dimana-mana karena ulah mereka.. illegal loging juga tak dapat diberantas karena aparat di luar sana banyak yang menyeleweng dari tugas, asalkan ada ini..” Eka menempelkan ujung ibu jari dengan ujung jari telunjuk dan ujung jari tengahnya lalu menggerakkanya seakan mengusap sesuatu di sana,”..uang..”.
“Kami juga marah pada mereka yang seenaknya mengeksploitasi alam tanpa melakukan reboisasi pada alam, kadang membakar hutan untuk pemukiman dan ladang pertanian, sepertinya tak akan cukup seluruh yang ada di bumi ini untuk mereka..” Ramdhan meneruskan penjelasan Eka. Aku terdiam memikirkan ucapan Eka dan Ramdhan, aku tak tau beberapa kata yang tadi mereka sebutkan, tapi aku tak berani bertanya pada mereka. Apa dunia di luar seluas itu?.
“Kuncinya hanya satu!” Izal yang sejak tadi menyimak arah pembicaraan kami mulai angkat bicara. “Lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung.. Panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung.. Dieu teh aturan alam yang menjadi adat arurang secara turun temurun..” Ramdhan dan Eka nampak mengerti dengan apa yang dikatakan Izal, seakan mereka menemukan hal baru yang belum pernah mereka jamah dari dunia luar yang ‘seluas itu’.
“Di sini orang Kanekes Dalam tak bisa baca tulis?” Ramdhan bertanya padaku setelah kami selesai mandi di sungai. Dia berbicara sambil meraba dinding bilik bambu rumahku.
“Arurang tak diajarkan pendidikan formal semacam sekolah! Arurang bisa berbicara dan berbahasa dengan baik, kitu teh sudah cukup.. arurang dapat berladang dan menghasilkan kerajinan tangan dari kulit kayu dan menghasilkan tas koja, memanfaatkan alam tanpa merusaknya, tinggal berdampingan dengan alam, itulah kehidupan arurang..” aku menunjuk dinding rumah panggung kecil kami. “Palih ditu dari bilik bambu, atap dari ijuk dan daun pohon kelapa, tanpa kamar mandi dan pondasi batu, kitu teh teu ngalawan alam..” Ramdhan menatapku sambil mengerutkan keningnya.
“Kenapa tak ada sekolah? Kenapa tak belajar biar bisa baca, tulis, berhitung?” Ramdhan menatapku dengan mata yang biasa aku punya ketika aku tertarik pada sesuatu, melebihi apapun. ‘Kenapa tidak sekolah? Bisa baca tulis?’ Apa mereka tak punya pertanyaan lain?
“Sekolah kitu teh tabu palih dieu, lagipula itu ngalawan adat.. Pu’un teh nyarios kalau sekolah mah hanya menghabiskan waktu arurang, sedangkan arurang teh sibuk berladang dan mencari madu serta pohon aren untuk membuat gula aren.. lagipula, nanti teh pasti akan terjadi persaingan hidup, sedangkan pengetahuan dan kemajuan pasti tidak terbatas, lalu lupa wiwitan/tujuan hidup..”
“Apa peraturan itu tak bisa diubah? Apa yang terjadi jika kalian merubah itu semua?” Ramdhan semakin bersikukuh menanyakan hal-hal yang sebenarnya membuatku tidak nyaman dengan percakapan ini.
“Gunung tak diperkenankan dilebur, lembah tak diperkenankan dirusak, larangan tak boleh dirubah.. teu kenging teh tetep teu kenging..” pembicaraan kami terhenti ketika Eka masuk ke rumah panggungku dengan Izal mengekor di belakangnya. Aku menghela nafas lega.
“Besok para tetua arangkat ka Arca Domas, arurang sekarang baiknya tidur dulu besok kan maraneh mesti pulang..” Izal langsung angkat bicara begitu ia duduk bersila di sampingku. Ia membenarkan letak goloknya.
“Arca Domas?” Eka membeo.
“Besok kau akan tahu..” Izal memutuskan untuk tidur karena terlalu lelah dengan 2 orang yang banyak ingin tahu ini. Ia berbaring di atas tikar anyaman bambu. Aku pun ikut berbaring di samping Izal, Ramdhan dan Eka mungkin agak kesulitan karena belum terbiasa tidur tanpa alas kepala. Beberapa kali aku merasakan mereka menggeser badan ke kiri dan ke kanan untuk mencari posisi tidur yang pas. Aku mencoba untuk segera tidur namun pertanyaan-pertanyaan aneh mengganjal tidurku. Aku tak mampu mengenyahkannya dari pikiranku.
“Kau tidak akan tau dunia seluas apa yang selama ini coba kau tinggalkan jika kau tak berusaha untuk keluar dari kekangan adatmu.. baca, tulis, dan berhitung itu pengetahuan penting dalam hidup..” Ramdhan berbisik pelan ketika kudengar Izal dan Eka telah terlelap dengan mimpi mereka masing-masing.
Hari ini, para tetua tinggi dan beberapa orang kelompoknya dengan kedudukan yang tinggi pula pergi ke Arca Domas. Arca Domas adalah tempat keramat yang terletak di dekat air sungai ciujung dan sungai cisemer. Para tetua adat pergi ke sana di bulan kelima setahun sekali, itu adalah tempat bersemayamnya Bathara Tunggal, roh halus yang kami percayai. Hanya tetua tinggi dan kelompoknya yang boleh datang ke tempat keramat itu. Di dalam Arca Domas, ada sebuah batu lembing yang jika air hujan yang menggenanginya itu bening, maka itu pertanda panen kami takkan ada masalah. Sebaliknya, jika batu lembing itu keruh dan sedikit airnya, itu pertanda bahwa panen berikutnya akan gagal.
“Rupanya kepercayaan di sini masih sangat kental.. ” Ramdhan berkata sambil bersiap-siap pergi dari daerah kami. Orang asing hanya diperbolehkan menginap selama sehari saja di sini. Tidak.
Aku menoleh ke arah Ramdhan yang masih mengenakan pakaian adat putih-putih kami. “Muhun..” aku hanya menjawab ala kadarnya saja. Jujur saja, pikiran mengenai pendidikan dan baca tulis masih menggenangi benakku dan aku masih merasa asing dengan itu. Aku teguh memegang adatku, tapi disisi lain orang ini telah berhasil mempengaruhiku.
Bagaimana rasanya orang yang mengenyam pendidikan? Bagaimana dunia luar yang penuh persaingan hidup yang ketat dengan saling menumbangkan satu sama lain? Aku bergidik membayangkannya. “Aku akan segera kembali ke Malang. Terimakasih selama ini telah mengajariku banyak hal mengenai kehidupan urang Kanekes Dalam.. kapan-kapan datanglah ke Malang jika sempat!” Ramdhan menyerahkan secarik kertas putih yang di atasnya ada tulisan berwarna hitam, “Ini alamatku..” katanya sambil menyerahkannya kepadaku. Aku mengerutkan kening menerima secarik kertas kecil itu.
“Aku tak bisa baca..” kataku agak tersinggung pada Ramdhan. Ia hanya menggaruk kepala.
Sebelum pergi, Ramdhan mengatakan hal yang kembali membuatku resah, “Dunia luar itu tak seburuk yang kau kira, mungkin memang tak selaras dengan alam.. tapi, kami juga berusaha mengikuti perkembangan jaman sembari menjaga alam..” kemudian dia pergi. Aku hanya melihat punggungnya yang semakin menjauh dengan kening berkerut.

Sumber : Cerpen Raju
Read More

Pengeorbanan Ibuku dan Penyelesaiaanku

0
“Nak tolong ambilkan kacamata ibu nak”
“Ih ambil snediri emang gak bisa makannya jadi orang itu jangan cacat donk”
“Masya allah nak jangan ngomong begitu”
“Assalamua’alaikum”
‘Wa’alaikum salam eh pak ustadz, ada apa pak datang ke rumah saya?”
“Tadi saya denger keributan di rumah ini”
“Iya pak maaf tadi saya minta ambilkan kacamata saya tapi layla enggak mau, namanya anak anak pak emang begitu”
“Oh, layla kamu tidak boleh seperti itu sama ibu kamu bagaimanapun kedadaannya tapi dia ibumu dan yang telah melahirkanmu nak”
“Eh pak ustadz kalo mau ceramah jangan di rumah saya donk mau ceramah itu ya di mesjid lah”
“ya allah layla, maaf pak anak saya sedang khilaf”
“Iya tidak apa apa, ya sudah ini sudah malam saya mau pulang dulu ya”
“Iya pak”

“Bu kenapa ibu bilangin ke pak ustadz dih kalo aku gitu sama ibu”
“Maaf nak tapi sesama umat islam kita diajarkan oleh allah untuk tidak berbohong nak”
“Udah cukup ceramahin aku”



“ya allah berikanlah taubat ya allah pada anakku, ampunilah dosa dosa anakku ya allah”
“Ibuuuuk bisa gak sih gak berisik aku tu pusing dan muak dengerin suara tangisan ibu dan ocehan ibu yang gak jelas itu ”
“Masya allah nak jangan ngomong begitu”
“Udah deh aku mau tidur”
“Gak makan lagi”
“Gak aku muak liat tempe melulu”
“Masya allah nak jangan begitu meskipun lauk kita hanya tempe saja setiap hari tapi ini rezeki dari allah nak”
“Cukup buk cukup, kalo mau ceramah di masjid, jangan di rumah donk”



“Nak bangun udah pagi mau sekolah”
“Ah buk udah deh aku itu masih ngantuk gara gara ibu ngoceh ngoceh semalem, hari ini aku gak mau sekolah”
“ya allah nak nanti kamu gak naik ke kelas 5 nak kan kamu mau ujian”
“Eh buk ibuk mau menghina aku ya karena setiap naikkan kelas aku selelu dapet peringkat 15 dan bla bla bla”
“Bukan itu maksud ibu nak”
“Pergi sana”
“Iya nak”
“Aduuuuh”
“Kamu kenapa nak”
“Udah pergi sana”



“Dok saya kenapa ya”
“Kamu terkena penyakit gagal ginjal”
“Apa, stadium berapa saya dok”
“Kamu sudah mencapai stadium 4″
“Jadi waktu hidup saya sudah tidak lama lagi ya”
“Kemuangkinan iya”
“Berapa lama saya bisa hidup”
“Hidup dan mati adalah kehendak allah nak”



“Apa ini, hah layla terkenaa penyakit gagal ginjal stadium akhir, ya allah kenapa layla gak pernah cerita sama saya ya allah, layla umurumu masih lama ibu mau kamu harus meraih cita cita mu nak, biarkan ibu mati duluan, ibu akan mendonorkan ginjal ibu dengan kamu nak”



“Dok apa benar anak saya yang bernama layla terkelan penyakit gagal ginjal stadium akhir dok”
“Iya bu benar, memeng kenapa”
“Apa saya bisa mendonorkan ginjal saya untuk anak saya dok”
“Tentu bisa tapi kalau ibu dan anak ibu bersedia”
“Saya dan anak saya bersedia dok”
“Baik besok ibu datang membawa anak ibu ya”
“Apa dokter bisa menjemput anak saya, saya tidak mau smapai anak saya tahu dok”
“Baik buk”



Tok tok tok
“Iya sebentar”
“Eh pak dokter itu anak saya pak sudah saya beri obat pingsan dari dokter”
“Ayo bu kita berangkat sekarang”
“Ayo pak”



“Loh dok kok saya ada di rs sih”
“Kamu baru saja selesai dioperasi”
“Kenapa saya dioperasi dok”
“Karena penyakit kamu”
“Maksud nya”
“ya ibu kamu mendonorkan ginjalnya kepada kamu”
“Apaaa, sekarang dimana ibu saya dok”
“Dia sudah meninggal dek”
“Apaaa ibuuuuuuu jangan tinggalin layla buuu layla gak mauau ditinggal ibu sendirian”
“Sebelum ibu kamu meninggal dia menitipkan pesan untuk kamu”
“Apa dok”
“Kata ibu kamu, kamu harus bertaubat kepada allah atas kesalahan kamu, mati dan hidup ada di tangan allah dan tidak ada yang mengetahuinnya dan ibu kamu akan selalu ada di sisi dan hati kamu meskipun kamu udah jahat sama ibu kamu hanya itu pesan ibu kamu”
“Makasih dok”
“Iya”
“Ibuuuuuuuu”

1.Pesan nasehat untuk kalian para pembaca cerpenku.
“Janganlah engkau durhaka kepada ibu kalian karena itu tidak ada gunanya bagaimana saat ibu tidak ada di samping kita kalian pasti susah jadi bertaubat lah jangan durhaka kepada ibu sesalilah perbuatanmu, minta maaf la kepada ibu mu, saat kalian sakit ibu kalian pasti akan berkorban untuk kalian jadi jangan lah kalian sia siakan waktu hidup mu bersama ibumu”

Sumber : Cerpen Fanessa Amanda
Read More

Jangan Duakan Aku

0
Malam itu, aku habis putus sama pacarku yang namanya andika, karena dia sudah selingkuh di belakangku. Kemudian aku teringat dengan ajakan dari jun, seorang sahabat yang paling bisa ngertiin aku selama ini.
Kemudian aku langsung mengirikan pesan singkat ke dia.

“jun, aku boleh minta tolong kan sama kamu? Aku baru putus sama andika, dia selingkuh di belakang aku tau. Aku coba deh ajakan mu yang minggu lalu itu.” kata ku.
Tak lama kemudian hpku bergetar tanda ada sms masuk, ku lirik hp ku, dan ternyata yang sms aku itu jun. Lalu ku buka sms dari dia
“iya na. Aku tanya temanku dulu ya, siapa tau dia masih jomblo.”
“ya jun, makasi ya udah mau bantuin aku.” balasan dariku kemudian.

Dan beberapa jam kemudian, hpku bergetar lagi, ternyata jun yang sms ku lagi. Tanpa basa basi, langsung ku buka sms darinya
“na, kamu beruntung kali sekarang. Dia lagi jomblo, namanya bayu, dia orangnya kalem, udah kalem pinter lagi”
Kemudian aku balas sms dari jun
“iya jun, aku coba deh, sekalian juga aku belajar banyak dari dia”
“iya na, tunggu ya sms masuk dari dia, dia udah minta no hp kamu di aku”
“ya jun, aku tunggu”

Setelah lama menunggu, tanpa ku sadari, ternyata ada sms masuk dari nomor hp yang tidak ku kenali sebelumnya.
“kamu nana ya?”
Kemudian ku balas smsnya itu,
“iya bener, ini siapa ya?”
“aku bayu, boleh kenalan gak?”
“boleh aja kok. Kamu temannya jun ya?”
“iya na. Katanya jun, kamu lagi sendiri ya?”
“iya nih. Habis diputusin sama pacar, ku gak nyangka dia bakal nyakitin aku, sebelumnya aku kira dia itu orang yang baik. Dan ternyata dugaanku itu salah, dia tidak sebaik yang aku kira”
“sabar ya na, mungkin dia orang yang belum tepat buat kamu” jelas bayu dan berusaha menenangkan ku.

Setelah beberapa lama aku kenal dengannya, aku jadi tau sifatnya dia itu kayak gimana. Ternyata benar katanya jun, dia itu orangnya baik, udah gitu kalem lagi. Aku sering juga diajakin bercanda, sering dihibur kalau aku lagi sedih.

Suatu hari, tiba-tiba bayu menanyakan sesuatu padaku.
“nana.. Aku boleh nanya sesuatu kan?”
“mau nanya apa yu?”
“kamu udah punya pacar belum na?”
“belum yu, kalau kamu gimana? Udah punya pacar belum?”
“sama kayak kamu na.. Belum, aku masih single. Oya na, mumpung kamu masih single, aku boleh gak minta sesuatu sama kamu?”
Iya yu, mau minta apa?”
Setelah ku balas smsnya, kemudian entah kenapa dia tidak membalas smsku, aku gak tau pasti sebab kenapa dia tidak membalas smsku. karena hari itu sudah larut malam, dan aku tidak bisa menahan rasa kantukku, kemudian tanpa ku sadari, aku pun tertidur.

Besok paginya, setelah ku bangun tidur, ku langsung mengambil hpku yang ada di atas meja belajar, ternyata semalam bayu membalas sms ku.
“kamu mau jadi pacarku, na?”

Aku pun terkejut, aku gak tau kenapa dia mengajakku pacaran
Kemudian ku balas smsnya yang semalam itu.
“apa kamu gak salah yu?”

Setelah ku balas smsnya, langsung saja aku meninggalkan hpku di kamar, karena aku akan bergegas pergi ke luar rumah.
Siangnya, aku segera mengambil hpku lagi. Ternyata ada sms masuk dari bayu.
“gak na, aku serius, aku itu suka sama kamu, na… Kamu mau ya jadi pacar aku?”

Pada waktu itu aku terkejut sekali, langsung saja aku menelpon jun.
“hallo na, kenapa?”
“jun, bayu ngajakin aku pacaran, gimana nih?”
“terima aja na, dia orangnya baik kok, kan kamu dah lama tu kenal sama dia, berarti udah tau donk sifatnya dia kayak gimana.”
“ya deh jun, aku bakal nerima dia, tapi kamu yakin gak kalau dia gak bakal selingkuh?”
“yakini aja na, dia orangnya polos, jadi gak mungkin banget kan dia kayak gitu sama kamu”
“iya juga sih, jun”
Kemudian ku tutup telponnya dan langsung membalas sms dari bayu.
“iya deh yu, aku mau. Tapi kamu janji ya gak bakal ninggalin aku, apalagi selingkuh”
“iya na, aku janji gak bakal kayak gitu sama kamu.”
“dan aku mau, selama kita pacaran nanti, kamu bakal nerima aku apa adanya ya.”
“iya na, karena aku suka sama kamu, dan serius mau pacaran sama kamu, aku bakal nerima kamu apa adanya”
“inget. Kamu jangan pernah php-in aku.”
Karena hari saatnya aku tidur siang, aku pun tidur, dan dia pun juga begitu.

Sorenya, setelah bangun dari tidur siang, aku kembali sms bayu.
“kamu udah bangun?”
“udah na”

Tetapi semua itu rasanya cepat sekali berlalu, gak terasa sudah hampir 1 minggu aku pacaran sama dia, dan diawalnya terasa indah banget, pertama pacaran itu, dia sering nelpon aku, sering ngasi kabar, sering nanya kabar ku, tapi semua itu sudah hilang, aku gak tau penyebab pastinya dia berubah kayak gini. karena rumah jun agak dekat dengan bayu, aku mnyuruh jun untuk menyampaikan pada bayu, agar menuliskan sesuatu tentangku. Keesokannya setelah 1 minggu pas aku berpacaran dengannya, aku mendapatkan surat itu. Di dalam surat itu hanya ada kepalsuan. Dia bilang, dia sayang sama aku, tapi kenapa dia berubah 180 derajat?
2 minggu aku bertahan demi dia. Tanpa kabar, tanpa perhatian penuh layaknya pacar. Aku hanya bisa menerimanya dengan pasrah, rasa kesal dan kecewa karena sudah nerima dia sebagai pacarku kalau bakal gini jadinya.
3 hari sesudah ku genap 2 minggu dengan bayu, ada cowok yang sms aku, namanya adi dia kayaknya baik deh. Mungkin tuhan lebih sayang padaku, oleh karena itu, aku sudah dikasi tanda kalau aku bakal mau putus sama bayu.

Tepat jam 12.30 malam, aku belum tidur, karena memikirkan keadaannya bayu di sana yang berhari hari tanpa kabar yang jelas, aku tanya pada jun, dia gak pernah liat bayu. Dia kemana sih sebenernya?
Tiba-tiba jun menelponku, karena pada saat itu dia juga belum tidur, makannya dia nelpon aku. Dia memberikan info tentang bayu, bersama ratna.

“hallo nana, ni aku jun. Aku mau bilang sesuatu sama kamu tentang bayu”
“iya mau bilang apa jun? Bikin aku penasaran aja.”
“duh na. Aku gak kuat lho, ratna aja deh yang ngasi tau ya”
“nana, nie aku ratna. Aku mau bilang sesuatu sama kamu, tapi aku mohon sama kamu kalau kamu gak akan sedih”
“iya mau bilang apaan sih? Udah penasaran nie.”
“nana, sebernya bayu itu selingkuh.”
“masa sih? Kamu bercanda kan ratna?”
“endak na, aku serius, dia yang ngasi tau sendiri ke aku, tapi sebenernya aku udah janji sama dia gak bakal ngasi tau semua ini ke kamu, tapi karena hal ini penting dan kamu harus tau, maka aku rela ngingkar sumpah ku demi kamu na. Nama selingkuhannya devi.”

Seketika air mataku menetes dan lama kelamaan jadi mengalir deras, sampai-sampai aku tak bisa mengontrol nafasku karena harus menahan sakit yang ada di hatiku ini, akan tetapi dalam situasi dan kondisi yang seperti ini, aku hanya bisa sabar dan menerima kenyataan pahit seperti ini.

Di awal pagi, aku jadi cemberut, sampai sampai ibu ku menanyakan padaku penyebab aku cemberut. Sialan! Kenapa aku gak punya pikiran buat selingkuh yah?

Kemudian tiba tiba ratna sms aku, dan memberi saran yang terbaik.
“nana aku punya saran, mending kamu putusin aja bayu. Dari pada kamu disakitin kayak gini.”
“ya deh ratna, aku coba turutin, siapa tau mempan”
“good luck!”

Sorenya aku mencoba menelpon bayu, dan minta putus sama dia karena aku udah gak kuat diginiin terus. Akhirnya pada waktu itu juga aku putus sama dia. Semenjak aku putus sama dia, hidupku menjadi lebih tenang. Sekarang aku tau kalau dia orangnya play boy, cuma omongan aja, tapi kata-katanya gak ada artinya.

Sumber: Cerpen Nana Diana
Read More

GENG

0
Aku memasuki halaman sekolah baruku, SMA Triguna Utama, dengan hati cemas. Aku takut kalau-kalau aku tidak bisa mendapatkan teman di sekolah itu. Saat itu hari pertama masuk sekolah bagi para murid baru di sekolah itu. Suasananya sangat ramai, tapi tak ada seorang pun yang ku kenal. Aku berdiri mematung di depan gerbang sekolah. Sampai akhirnya aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal.
“Lo, anak SMP 3 kan?” tanya anak itu padaku.
“Iya,” jawabku singkat. Aku mengenal anak itu. Ia teman sekolahku sewaktu SMP, tetapi tidak sekelas.
“Bareng yuk, masuk!” ajaknya. Aku pun menuruti ajakannya, daripada bengong di depan gerbang.
Sampai di dalam, kami para murid baru dikumpulkan di sebuah ruangan. Aku kebingungan sendiri. Temanku yang tadi, sudah sibuk berkenalan dengan anak-anak lain. Sementara aku sendiri malu untuk mengajak kenalan mereka. Sebenarnya banyak yang mengajak aku kenalan, tapi aku selalu lupa nama-nama mereka.
Sewaktu MABIS, aku duduk sebangku dengan seorang anak bernama Metria. Walaupun duduk sebangku, kami berdua jarang ngobrol. Aku memang sulit untuk akrab dengan orang baru.
Hari pertama kegiatan belajar-mengajar dimulai, aku duduk di tempat yang sama dengan tempat dudukku sewaktu MABIS. Tetapi Metria, teman sebangkuku sewaktu MABIS, tidak lagi duduk di sebelahku. Ia pindah duduk di depan. Tak lama, ada seseorang yang menghampiriku.
“Boleh nggak gue duduk di sebelah lo?” tanya anak itu.
“Ya, terserah,” jawabku jutek.
Setelah pelajaran dimulai, kami kemudian berkenalan.
“Gue Nina,” kata anak itu menyebutkan namanya.
“Novi,” jawabku.
“Lo dari sekolah mana?” tanyanya lagi.
“SMP 3 Ciputat,”
Tapi aku tidak bertanya-tanya lagi. Aku malas buat bertanya balik.
Setelah sekian lama, aku jadi cukup akrab dengannya.
“Vi, lo mau ikut ekskul apa?” tanya Nina ketika Pak Sumaji memberikan informasi tentang ekskul.
“Nggak tau, ya… Nggak ada yang seru,” jawabku.
“Ikut rohis aja, yuk! Belajar baca Al qur’an… daripada marawis, lebih susah. Lagi juga katanya wajib,” bujuknya.
“Ya udah deh…” jawabku pasrah.
Tak hanya itu, aku juga akhirnya mulai mengenal Meri, Sari, Friska dan Mia. Mia yang cerewet, paling suka meledeki aku.
“Hoi, Sri Nina!” panggil Mia padaku.
Aku dan Nina menoleh ke arah Mia.
“Mia, nama orang jangan diganti-ganti, dong!” protes ku.
“Tau lo. Emang lo mau, nama lo gue ganti jadi Mia Arum?” balas Nina. Waktu itu Mia masih duduk sebangku dengan Arum.
“Hahahaha…” Mia ketawa.
“Yah, tuh anak bukannya mikir digituin, malah ketawa…” kataku.
Setelah Meri pindah pada pertengahan semester, aku mulai akrab dengan Arum, yang tadinya menurutku dia orang yang jutek. Di semester kedua, pertemanan kami semakin akrab. Suatu hari, aku, Nina, Arum dan Sari tengah asyik bercanda di depan kelas. Saat itu kami sedang menunggu anak laki-laki yang sedang sholat jum’at, karena sehabis itu kami akan praktek hafalan juz amma di masjid.
“Woi, sempit tau di tengah kalian berdua, badannya gede-gede,” Nina yang berada di tengah-tengah aku dan Arum mengomel sendiri. Ia pindah lalu berdiri di samping kanan Arum.
“Ya maklum namanya juga kebo,” kata Arum pada ku.
“Kalo gue kebo, berarti lo apaan?”
“Udah. Sesama kebo jangan saling berantem,” ledek Nina pada kami berdua.
“Ogah gue jadi kebo. Lo aja yang jadi kebo, Rum,” tolakku.
“Eh, mending kita panggil nama kita pake nama itu aja!” usul Arum.
“Oke, lo kebo ya, Rum,” kataku.
“Lah lo apaan? Banteng aja dah, ya?”
“Nanti gue bisa nyeruduk lagi,” elak ku.
“Terus lo jadi apaan, Nin?”
“Lo kambing aja, Nin,” usul arum.
“Hehehe… mentang-mentang gue kecil. Tapi gue nggak bau kan, kayak kambing?”
Kami bertiga tertawa.
“Eh, tuh anak jadi apaan ya?” tunjuk ku pada Sari yang tengah duduk sambil memainkan handphonenya.
“Dia mah sapi aja,” jawab Arum asal.
“Hahahahaha…” kami bertiga tertawa.
Sari menoleh pada kami bertiga. Ia curiga kalu kami menertawai dia.
“Kalian pada kenapa?” tanyanya polos.
“Nggak, nggak kenapa-kenapa kok..”
“Ada yang aneh sama gue?” tanyanya lagi.
“Nggak kok. Ge-er banget sih lo…” kata Arum.
“Jadi gini lo, Sar… kita lagi cari nama panggilan yang unik. Si Arum jadi kebo, Novi jadi banteng, gue jadi kambing, nah kata Arum lo jadi sapi…” jelas Nina.
Sari manggut-manggut agak nggak ngerti.
“Terus, nama kelompok kita apaan, nih?”
“Hmm… kalau nama kita binatang semua, gimana kalau bahasa inggrisnya binatang, animal?” usul Nina.
Semuanya mendelik.
“Animal ya? Lucu juga,” komentar Arum.
“Ya udah, itu aja,” kata Sari.
“Terserah kalian aja, deh,” kataku. Selama ini aku nggak pernah main genk-genk an kayak gitu.
Jadilah pada hari itu, nama animals. Biarpun namanya binatang, tapi kami tidak bertingkah seperti binatang yang suka nggak nurut dan bertindak semaunya. Kami tetap menjadi anak yang rajin, saling membantu dalam hal positif, dan tidak mencari-cari masalah. Aku senang dengan teman-temanku sekarang. Mereka semua baik dan kompak. Semoga pertemanan kami tidak terpecah sampai nanti kami lulus dan berpisah.
Sumber: Cerpen Karangan Nur Fajrina
Read More

26 November 2014

Pilihan Kata Diksi

0
Pilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alenia, atau wacana. Pemilihan kata dapat dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau bermiripan. Pemilihan kata bukanlah sekedar memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok. Cocok dalam arti sesuai dengan konteks di mana kata itu berada, dan maknanya tidak bertentangan dengan yang nilai rasa masyarakat pemakainya.
Diksi adalah ketepatan pilihan kata. Penggunaan ketepatan pilihan kata dipengaruhi oleh kemampuan pengguna bahasa yang terkait dengan kemampuan mengetahui, memahami, menguasai, dan menggunakan sejumlah kosa kata secara aktif yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga mampu mengomunikasikannya secara efektif kepada pembaca atau pendengarnya.
Dalam karangan ilmiah, diksi dipakai untuk menyatakan sebuah konsep, pembuktian, hasil pemikiran, atau solusi dari suatu masalah. Adapun fungsi diksi antara lain :
a)    Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.                                                   
b)    Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat.
c)    Menciptakan komunikasi yang baik dan benar.
d)    Mencegah perbedaan penafsiran.
e)    Mencagah salah pemahaman.
f)     Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.

    Syarat-Syarat Ketepatan Diksi

Ketepatan adalah kemampuan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang sama pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembicara, maka setiap penulis atau pembicara harus berusaha secermat mungkin memilih kata-katanya untuk mencapai maksud tersebut. Ketepatan tidak akan menimbulkan salah paham.
Selain pilihan kata yang tepat, efektivitas komunikasi menuntut persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengguna bahasa, yaitu kemampuan memilih kata yang sesuai dengan tuntutan komunikasi.
Adapun syarat-syarat ketepatan pilihan kata adalah :
1) Membedakan secara cermat denotasi dan konotasi.
Denotasi ialah kata yang bermakna lugas atau tidak bermakna ganda. Sedangkan konotasi ialah kata yang dapat menimbulkan bermacam-macam makna.
Contoh :
  Bunga eldeweis hanya tumbuh ditempat yang tinggi.  (Denotasi)
  Sinta adalah bunga desa di kampungnya.     (Konotasi)

2) Membedakan dengan cermat kata-kata yang hampir bersinonim.
 Siapa pengubah peraturan yang memberatkan pengusaha?
Pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu adalah peubah peraturan yang selama ini memberatkan pengusaha.

3) Membedakan kata-kata yang mirip ejaannya.
 Intensif – insensif                    
 Karton – kartun                        
 Korporasi – koperasi                
4) Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan.
Contoh :
 Modern : canggih    (secara subjektif)
 Modern : terbaru atau muktahir (menurut kamus)
 Canggih : banyak cakap, suka menggangu, banyak mengetahui, bergaya intelektual (menurut kamus)

5) Waspada terhadap penggunaan imbuhan asing.
Contoh :
 Dilegalisir seharusnya dilegalisasi.
 Koordinir seharusnya koordinasi.

6) Membedakan pemakaian kata penghubung yang berpasangan secara tepat.
Contoh :
Pasangan yang salah
Pasangan yang benar
antara ..... dengan ....
antara .... dan .....
tidak ..... melainkan .....
tidak ..... tetapi .....
baik ..... ataupun .....
baik ..... maupun .....
bukan ..... tetapi .....
bukan ...... melainkan .....

7) Membedakan kata umum dan kata khusus secara cermat.
Kata umum adalah sebuah kata yang mengacu kepada suatu hal atau kelompok yang luas bidang lingkupnya. Sedangkan kata khusus adalah kata yang mengacu kepada pengarahan-pengarahan yang khusus dan kongkret.
Contoh :
 Kata umum : melihat
 Kata khusus: melotot, membelak, melirik, mengintai, mengamati, mengawasi, menonton, memandang, menatap.

8) Memperhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
Contoh :
 Isu (berasal dari bahasa Inggris “issue”) berarti publikasi, perkara.
 Isu (dalam bahasa Indonesia) berarti kabar yang tidak jelas asal-usulnya, kabar angin, desas-desus.

9) Menggunakan dengan cermat kata bersinonim, berhomofoni, dan berhomografi.
Sinonim adalah kata-kata yang memiliki arti sama.
Homofoni adalah kata yang mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.
Homografi adalah kata yang memiliki kesamaan tulisan, berbeda bunyi, dan berbeda makna.

Contoh :
 Sinonim : Hamil (manusia) – Bunting (hewan)
 Homofoni : Bank  (tempat menyimpan uang) – Bang (panggilan kakak laki-laki)
 Homografi : Apel (buah) – Apel (upacara)

10) Menggunakan kata abstrak dan kata konkret secara cermat.
Kata abstrak mempunyai referensi berupa konsep, sedangkan kata konkret mempunyai referensi objek yang diamati.
Contoh :
 Kata abstrak
Kebaikkan seseorang kepada orang lain merupakan sifat terpuji.
 Kata konkret
APBN RI mengalami kenaikkan lima belas persen.

Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna :
     Makna sebuah kata / sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :
1.      Makna Leksikal
Makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indera / makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita.
Contoh: Kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit (Tikus itu mati diterkam kucing).
Makna Gramatikal : untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk menyatakan makna jamak bahasa Indonesia, menggunakan proses reduplikasi seperti kata: buku yg bermakna “sebuah buku,” menjadi buku-buku yang bermakna “banyak buku”.


2.      Makna Referensial dan Nonreferensial
Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu. Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen.
Contoh: Kata meja dan kursi (bermakna referen). Kata karena dan tetapi (bermakna nonreferensial).

3.  Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna asli, makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem. Contoh: Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil & ukuran badannya normal. 
Makna konotatif adalah: makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Contoh: Kata kurus pada contoh di atas bermakna konotatif netral, artinya tidak memiliki nilai rasa yang mengenakkan, tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu memiliki konotatif positif, nilai yang mengenakkan. Orang akan senang bila dikatakan ramping.

4.   Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Contoh: Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yg bisa dikendarai”.
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem / kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa . Contoh: Kata melati berasosiasi dg suatu yg suci / kesucian. Kata merah berasosiasi berani / paham komunis.

5.   Makna Kata dan Makna Istilah
Makna kata, walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata tahanan, bermakna orang yang ditahan,tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. Kata air, bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan. 
Makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Contoh: Kata tahanan di atas masih bersifat umum, istilah di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu perkara.


6.   Makna Idiomatikal dan Peribahasa
Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata, frase, maupun kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Contoh: Kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu. 
Makna pribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. Contoh: Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa

7.   Makna Kias dan Lugas
Makna kias adalah kata, frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya. Contoh: Putri malam bermakna bulan , Raja siang bermakna matahari.
Agar dapat menghasilkan cerita yang menarik melalui pilihan kata maka diksi yang baik harus memenuhi syarat, seperti :
Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan.
Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembacanya.
Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.

Contoh Paragraf :
 1). Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan kawanku. Udara disana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tak lama kemudian.
 2). Liburan tahun ini Aku dan kawanku berencana untuk pergi ke pantai. Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak henti-hentinya bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah untuk menyambut kedatangan kami.

1.  Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual. Kata makan misalnya, bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah makna denotatif.
Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna konotatif dapat berarti untung atau pukul.

2. Makna Umum dan Khusus
 Kata umum dibedakan dari kata khusus berdasarkan ruang-lingkupnya.
·         Makin luas ruang-lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya. Makin umum suatu kata, maka semakin terbuka kemungkinan terjadinya salah paham dalam pemaknaannya.
·         Makin sempit ruang-lingkupnya, makin khusus sifatnya sehingga makin sedikit kemungkinan terjadinya salah paham dalam pemaknaannya, dan makin mendekatkan penulis pada pilihan kata secara tepat.
Misalnya:
Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas daripada kata mujair  atau tawes. Ikan tidak hanya mujair atau tidak seperti gurame, lele, sepat, tuna, baronang, nila, ikan koki dan ikan mas. Dalam hal ini kata acuannya lebih luas disebut kata umum, seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus, seperti gurame, lele, tawes, dan ikan mas.

3. Kata Abstrak dan Kata Konkret
Kata yang acuannya semakin mudah diserap panca-indra disebut kata konkret, seperti meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara. Jika acuan sebuah kata tidak mudah diserap panca-indra, kata itu disebut kata abstrak, seperti gagasan dan perdamaian. Kata abstrak digunakan untuk mengungkapkan gagasan rumit.
Kata abstrak mampu membedakan secara halus gagasan yang sifat teknis dan khusus. Akan tetapi, jika kata abstrak terlalu diobral atau dihambur-hamburkan dalam suatu karangan. Karangan tersebut dapat menjadi samar dan tidak cermat.

4. Sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Kita ambil contoh cermat dan cerdik kedua kata itu bersinonim, tetapi kedua kata tersebut tidak persis sama benar. Kesinoniman kata masih berhubungan dengan masalah makna denotatif dan makna konotatif suatu kata.

5. Kata Ilmiah dan Kata Popular
Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa digunakan oleh kaum terpelajar, terutama dalam tulisan-tulisan ilmiah, pertemuan-pertemuan resmi, serta diskusi-diskusi khusus.

Yang membedakan antara kata ilmiah dengan kata populer adalah bila kata populer digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan, kata-kata ilmiah digunakan pada tulisan-tulisan yang berbau pendidikan. Yang juga terdapat pada penulisan artikel, karya tulis ilmiah, laporan ilmiah, skripsi, tesis maupun desertasi.

DAFTAR PUSTAKA

http://dwiajisapto.blogspot.com/2011/02/diksi-pilihan-kata.html
http://www.bisnet.or.id/vle/mod/resource/view.php?id=1057
http://ryansikep.blogspot.com/2009/12/ciri-ciri-kalimat-efektif.html

Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta : Gramedia. 2006.
Read More